Sep 27 2008

Malaikat Pelindung


Malaikat Pelindung

Suatu ketika ada seorang bayi yang siap untuk dilahirkan. Maka ia bertanya kepada Tuhan, “Ya Tuhan, engkau akan mengirimkan aku ke bumi. Tapi aku takut, aku masih sangat kecil dan tak berdaya. Siapakah nanti yang akan melindungiku disana?”

Tuhanpun menjawab, “Diantara semua malaikat-Ku, Aku akan memilih seseorang yang khusus untukmu, dia akan merawat dan mengasihimu.” Si kecil bertanya lagi, “Tapi disini disurga ini aku tak berbuat apa-apa, kecuali tersenyum dan bernyanyi. Semua itu sudah cukup untuk membuatku bahagia.” Tuhanpun menjawab, “Tak apa, Malaikatmu itu akan selalu menyenandungkan lagu untukmu dan dia akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang, dan itu semua pasti akan membuatmu bahagia.” Namun Si kecil bertanya lagi, “Bagaimana aku bisa mengerti ucapan mereka, jika aku tak tahu bahasa yang mereka pakai?”

Tuhanpun menjawab, “Malaikatmu itu akan membisikkanmu kata-kata yang indah, dia akan selalu sabar berada disampingmu. Dan dengan kasihnya dia akan mengajarkanmu berbicara dengan bahasa manusia. Si kecil bertanya lagi, “Lalu bagaimana jika aku ingin berbicara padamu Ya Tuhan?”

Tuhanpun kembali menjawab, “Malaikatmu itu akan membimbingmu, dia akan menengadahkan tangannya bersamamu dan mengajarkanmu untuk berdoa.” Lagi-lagi Si kecil menyelidik, “Namun aku mendengar disana banyak sekali orang jahat, siapakah nanti yang akan melindungiku?”

Tuhanpun menjawab, “Tenang, malaikatmu akan terus melindungimu walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Dia sering akan melupakan kepentingannya sendiri untuk keselamatanmu.” Namun sikecil kini malah menjadi sedih, “Tuhan tentu aku akan menjadi sedih jika tak melihat-Mu lagi.”

Tuhan menjawab lagi, “Malaikatmu akan selalu mengajarkan keagungan-Ku, dan dia akan mendidikmu bagaimana agar selalu patuh dan taat kepada-Ku. Dia akan selalu membimbingmu untuk selalu mengingat-Ku. Walau begitu aku akan selalu ada disisimu.”

Hening. Kedamaianpun kembali menerpa surga. Suara-suara panggilan dari bumi mulai sayup-sayup terdengar. “Ya Tuhan, aku akan pergi sekarang, tolong sebutkan nama dari malaikat pelingdungku itu…”

Tuhan kembali menjawab, “Nama malaikatmu itu tak begitu penting… Hanya saja kamu akan sering menyebutnya dengan panggilan: Ibu…”


Related posts:


Check our Busby SEO Test page for Busby SEO World Cup 2 contest.

8 Comments on this post

Trackbacks

  1. Aris said:

    Thank you untuk cerita motivasi ini….very inspiring story..

    September 28th, 2008 at 4:00 am
  2. arikaka.com said:

    aku sayang ibu..

    September 30th, 2008 at 1:11 am
  3. aha said:

    emang ibu tak tergantikan… kasihnya sepanjang masa

    September 30th, 2008 at 4:56 pm
  4. Full Netter said:

    Begitulah adanya,. Ibu Cinta Saya dan Saya Cinta Ibu.. Tapi Sayang Mas Cy Bukan Ibu2…

    September 30th, 2008 at 7:19 pm
  5. inos said:

    jadi ingat ibu saya yang selalu memberikan yang terbaik buat anak-anaknya.. :)

    October 3rd, 2008 at 12:06 pm
  6. rivermaya said:

    you are also an Angel

    October 7th, 2008 at 2:10 am
  7. Leni said:

    Hiks…jadi terharu

    October 8th, 2008 at 4:16 am
  8. audy said:

    very touching….

    October 21st, 2008 at 8:35 pm

LEAVE A COMMENT

Subscribe Form

Subscribe to Blog

Currently you have JavaScript disabled. In order to post comments, please make sure JavaScript and Cookies are enabled, and reload the page.

Sponsors

    Hire Me Direct
    Get Chitika eMiniMalls

Quotes of the Day

Teach this triple truth to all: A generous heart, kind speech, and a life of service and compassion are the things which renew humanity.